Sabtu, 10 Mei 2014
5 Faktor Penyebab GERD
Lambung memproduksi asam dan enzim untuk membantu pencernaan makanan.
Orang yang mengalami Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau ‘acid reflux’ mengalami rasa terbakar di dada serta mual akibat isi lambung yang kembali naik ke kerongkongan.
Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan pada lapisan kerongkongan sehingga memicu ulkus, perdarahan, hingga kanker.
Pada kasus yang parah, penyakit ini menyebabkan infeksi batuk kronis, asma, sinus, serta infeksi tenggorokan dan paru-paru.
Penyebab GERD bervariasi dari satu orang ke orang lain. Berikut adalah beberapa faktor yang menjadi pemicu GERD.
1. Kelainan kerongkongan
Pada ujung bawah kerongkongan terdapat katup yang disebut sebagai esophageal sphincter.
Katup ini akan membuka saat makanan hendak memasuki lambung namun kemudian menutup untuk mencegah makanan naik lagi ke kerongkongan.
Kelainan pada esophageal sphincter menyebabkan makanan yang telah berada di lambung mengalir kembali ke kerongkongan sehingga menyebabkan apa yang disebut GERD.
2. Hernia hiatal
Dada dipisahkan dari perut dengan sebuah sekat otot yang disebut diafragma.
Esophageal sphincter terletak pada level yang sama seperti diafragma.
Namun dalam beberapa kasus, perut bagian atas, yang melekat pada ujung bawah kerongkongan, bergerak ke atas diafragma.
Dalam kasus normal, diafragma dan esophageal sphincter sama-sama mencegah aliran makanan kembali ke kerongkongan.
Tapi pada orang dengan hernia hiatus, daya penahan ini berkurang karena keduanya berada dalam level yang berbeda.
Akibatnya, makanan yang sudah masuk lambung bisa mengalir kembali ke kerongkongan.
3. Kehamilan
Sebagian wanita umum mengalami GERD selama kehamilan.
Tekanan tambahan pada perut seiring dengan pertumbuhan janin menyebabkan arus balik isi lambung ke kerongkongan.
Penyebab lain, peningkatan kadar hormon selama kehamilan akan melemahkan fungsi esophageal sphincter.
Dalam hampir semua kasus, keluhan ini akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.
4. Merokok dan gastroparesis
Merokok berpotensi berkontribusi pada risiko GERD.
Merokok akan memicu kerusakan pada selaput lendir, meningkatkan sekresi asam, melemahkan esophageal sphincter bagian bawah, serta mengurangi produksi air liur yang memiliki efek menetralkan asam.
Gastroparesis adalah kondisi di mana makanan tetap dalam lambung lebih lama dari waktu normal.
Gastroparesis memperpanjang waktu makanan berada dilambung dan dengan demikian memperburuk gejala GERD.
5. Makanan
Beberapa makanan dan kebiasaan makan dapat memicu gejala GERD.
Berbaring setelah makan makanan berat dapat menyebabkan jantung terasa terbakar.
Konsumsi berlebihan cokelat, bawang putih dan bawang merah, kopi atau teh, alkohol, tomat, mint, minuman bersoda dan makanan pedas berpotensi memicu munculnya gejala GERD.
Obesitas juga berkontribusi karena menyebabkan tekanan tambahan pada perut.
Makan berlebihan, stres, dan diet tinggi garam dan lemak juga mengakibatkan munculnya gejala penyakit ini.
GERD dapat dikontrol dengan mengubah gaya hidup. Hindari merokok, makanan berlemak, makan berlebih, dan konsumsi alkohol.
Label:
Pengetahuan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar